Bisnissampingan Budidaya Pembesaran Ikan Lele di 2 kolam ukuran 4mx 5m dan 2,5 m x 2,5 m kerap merugi. Namun, aliran rupiah yang sempat tersendat itu kembali lancar saat berbisnis benih lele. Minimal Rp 500.000/bulan selalu masuk kocek pemilik Apotek Ketapang di Kecamatan Genteng, Banyuwangi itu.

Perencanaan Dari Sebuah Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi 1. Ide dan Peluang Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi Perencanaan Dari Sebuah Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi saat ini merupakan salah satu usaha ekonomi produktif bagi masyarakat. Segmen usaha budidaya ikan berdasarkan proses produksinya, dibagi menjadi 3 tiga kelompok yaitu usaha pembenihan, pendederan, dan pembesaran ikan. Usaha pembenihan merupakan suatu tahapan kegiatan perikanan yang outputnya adalah benih ikan. Usaha pembesaran merupakan kegiatan perikanan yang outputnya adalah ikan berukuran konsumsi. Usaha pendederan merupakan kegiatan perikanan yang outputnya adalah benih ikan tetapi ukurannya lebih besar dari output pembenihan. Komoditas usaha yang dipilih dalam kegiatan budidaya ikan sangat bergantung pada permintaan pasar, teknis operasional, serta implementasinya. Permintaan ikan konsumsi khususnya ikan lele yang semakin meningkat menjadikan peluang usaha sangat terbuka bagi para pelaku usaha pembesaran. Dengan tingkat konsumsi yang tinggi yang terlihat melalui warung-warung makanan dengan menu ikan lele, berdampak secara langsung terhadap kebutuhan benih ikan lele oleh para pengusaha. Kondisi ini membuat para petani pembenihan ikan lele untuk semakin memanfaatkan usaha pemasaran produknya, karena banyak konsumen yang datang langsung ke lokasi pembenihan. Untuk satu siklus Perencanaan Dari Sebuah Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi dengan jangka waktu antara 40-45 hari dapat menghasilkan benih ikan lele ekor dengan berbagai macam ukuran. Berdasarkan ukurannya, dalam satu siklus tersebut sebagian besar ditawarkan/dijual dengan ukuran 5-6 cm. 2. Sumberdaya yang dibutuhkan dalam Pembenihan Ikan Konsumsi Sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan Perencanaan Dari Sebuah Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi adalah a. Man manusia Sumber daya manusia adalah faktor daya yang berasal dari manusia. Dalam sebuah kegiatan usaha, manusia adalah faktor paling penting. Karena sebagai pelaku utama yang melaksanakan proses untuk mencapai tujuan yang diinginkan. b. Money uang Uang adalah faktor yang dibutuhkan untuk membiayai semua kebutuhan yang diperlukan selama proses produksi, seperti untuk pembelian bahan baku yang akan diolah, perawatan mesin produksi ataupun gaji para karyawan. c. Material bahan Material adalah bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi sebuah usaha, terdiri dari bahan mentah, bahan setengah jadi, dan bahan jadi. d. Machine peralatan Machine berasal dari bahasa Inggris yang artinya mesin. Mesin adalah salah satu sarana yang sangat diperlukan dalam sebuah proses produksi. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, alat-alat yang mendukung proses produksipun juga menjadi lebih canggih, sehingga dapat menghemat biaya dan tenaga. e. Method cara kerja Metode adalah penetapan kerja atau tips-tips untuk tercapainya tujuan dalam sebuah proses produksi. Dalam sebuah proses produksi diperlukan metode yang membimbing seseorang untuk menghasilkan produk yang baik. Tanpa sebuah metode, tidak akan ada petunjuk untuk melaksanakan proses produksi akibatnya produk yang dihasilkan tidak memuaskan. f. Market pasar Pemasaran merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kelancaran usaha. Jika proses produksi dihentikan maka pengusaha akan kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, pengusaha harus mengetahui produk seperti apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat dipasarkan dengan baik. g. Information Informasi Informasi juga dibutuhkan agar usaha menjadi lebih lancar dan berkelanjutan. Proses produksi tidak akan berkembang dengan baik jika tidak memiliki informasi pasar produk usaha dari seorang professional maupun dari berbagai media, seperti internet, buku, majalah maupun koran. Baca Juga Strategi Dalam Sebuah Promosi Usaha Dan Laporan Kegiatan Pembuatan Produk Sistem Teknik Menghitung Dari Sebuah Titik Impas Atau Break Even Point Sistem Dari Sebuah Produksi Usaha Untuk Sistem Teknik Demikian Artikel Perencanaan Dari Sebuah Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi Yang Saya Buat Semoga Bermanfaat Ya Mbloo Artikel Terkait Kerajinan Modifikasi Hasil Bahan Teknik Dan Penyederhanaan Budidaya Untuk Lebih Mencapai Ketahanan Pangan Ternak Menghitung Biaya Pokok Produksi Usaha Kerajinan Dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Teknik Dari Sebuah Budidaya Ayam Unggas Pedaging Karakteristik Dalam Kewirausahaan Kerajinan Dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Tapidengan sistem budidaya dan pemeliharaan ikan Lele jenis Sangkuriang ini, petani tidak perlu repot untuk mencari air atau sumber air yang cukup untuk bisa menjalankan usaha ini. Budidaya dan pembesaran ikan Lele Sangkuriang dalam kolam 5 x 10 m2 ini hanya butuh level air setinggi 1 (satu) meter. Nyaris tidak diperlukan adanya penambahan air
JAKARTA- Program lapangan usaha berbasis kewirausahaan lewat pelatihan-pelatihan digelar Aksi Jaringan SandiUno di Gedung serba Guna Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 8/6/2023. Antara lain pembuatan abon ikan lele dapat menjadi oleh-oleh khas UMKM Kabupaten Bandung Barat. Para ibu atau emak-emak yang telah mengikuti pelatihan, selanjutnya dapat mengembangkan potensi dirinya melalui WhatsApp grup, dikarenakan program ini akan berlanjut pada perizinan hingga pemasaran usaha. Ketua Aksi Jaringan SandiUno, Lerry OKS mengatakan AKSI Jaringan SandiUno akan mendatangi masyarakat desa lain yang berkeinginan menjadi seorang wirausahawan. "Kita ingin menciptakan inovasi baru di mana abon ayam dan sapi sudah biasa, jadi abon lele dapat menjadi ciri khas dari UMKM Kabupaten Bandung Barat. Ini merupakan salah satu langkah Bang Sandi untuk menciptakan 4,4 juta lapangan pekerjaan, maka Aksi Jaringan SandiUno akan terus mengunjungi seluruh masyarakat Indonesia yang terpacu menjadi wirausahawan," kata Lerry. Baca juga Dapat Dukungan dari Partai Perindo, Ganjar Pranowo Dapat PR Tambahan Menangkan Pemilu 2024 Menurutnya, pelatihan olahan abon lele diharapkan memberikan wadah usaha, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga. "Bang Sandi tujuannya sangat mulia khususnya pada masyarakat kecil, apalagi orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Desa-desa yang kita sasar akan menjadi wadah UMKM, setelah pelatihan akan dibuat WhatsApp grup untuk menjalin komunikasi sehingga dari situ bisa tahu kendalanya," jelas Lerry. Aksi Jaringan SandiUno berharap gagasan Sandiaga Uno dapat mendorong UMKM yang bangkit dan sukses. Sementara itu, seorang peserta pelatihan Nia Kusmiati 48 menyatakan ia tertarik membuka usaha abon. Sebab ilmu yang didapat menjadi solusi kebangkitan ekonomi rumah tangga. Baca juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno Sebut Erick Thohir Cocok Jadi Cawapres "Alhamdulillah senang sekali dengan adanya pelatihan ini, karena saya mendapatkan ilmu yang luar biasa sebagai membantu ekonomi keluarga. Dengan hasil pelatihan abon, saya berminat membuka usaha tersebut," ungkap Nia. Nia bersama pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Sandiaga Uno telah memberikan fasilitas pelatihan pembuatan abon lele. Ia pun mengaku programnya bermanfaat bagi ibu-ibu di Kabupaten Bandung Barat. Dalam kegiatan ini turut dihadiri oleh Rumah Pemersatu Sandi Uno dan Bandung Flawless Community.
Terdapatdua segmen usaha dalam budidaya ikan lele, yakni usaha pembesaran dan usaha pembenihan. Para peternak pembesaran biasanya tidak membenihkan sendiri. Lebih praktis bagi mereka untuk membeli benih dari peternak benih. Karena usaha pembenihan ikan lele memerlukan tingkat keterampilan dan ketelitian yang lebih tinggi.
Budidaya ikan lele adalah salah satu bentuk usaha yang menjanjikan di Indonesia. Selain permintaan pasar yang tinggi, ikan lele juga mudah dipelihara dan cepat berkembang biak. Namun, sebelum memulai usaha budidaya ikan lele, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Menentukan Lokasi Usaha Lokasi usaha budidaya ikan lele harus dipilih dengan hati-hati. Sebaiknya pilih lokasi yang dekat dengan sumber air bersih untuk memudahkan pengisian air ke kolam ikan. Selain itu, pilih lokasi yang mudah dijangkau oleh kendaraan agar ikan mudah dijual ke pasar. Menyiapkan Kolam Ikan Kolam ikan harus disiapkan dengan baik sebelum memulai budidaya. Pastikan kolam ikan memiliki ukuran yang cukup besar untuk menampung ikan lele yang akan dibudidayakan. Selain itu, pastikan kolam ikan memiliki sirkulasi air yang baik dan kedalaman yang cukup agar ikan lele bisa hidup dengan nyaman. Memilih Bibit Ikan Lele Memilih bibit ikan lele yang berkualitas sangat penting untuk keberhasilan budidaya. Pilih bibit ikan lele yang sehat dan memiliki pertumbuhan yang baik. Pastikan bibit ikan lele yang dipilih tidak terkena penyakit atau cacat fisik. Menyediakan Pakan Ikan Pakan ikan lele harus disediakan dengan baik agar ikan bisa tumbuh dengan sehat dan cepat. Sebaiknya pilih pakan yang mengandung nutrisi lengkap dan sesuai dengan kebutuhan ikan lele. Pakan ikan lele bisa berupa pelet atau pakan alami seperti cacing tanah, jangkrik, atau ulat hongkong. Menjaga Kualitas Air Kualitas air pada kolam ikan harus selalu dijaga agar ikan lele bisa tumbuh dengan sehat dan cepat. Pastikan air kolam ikan bersih dan tidak tercemar oleh limbah atau zat kimia berbahaya. Selain itu, pastikan tingkat oksigen dalam air cukup agar ikan lele tidak kekurangan oksigen. Mengatasi Penyakit Ikan Lele Ikan lele rentan terkena penyakit seperti jamur atau bakteri. Pastikan kolam ikan selalu bersih dan menjaga kualitas air agar ikan tidak terkena penyakit. Jika ada ikan yang terkena penyakit, segera pisahkan dari ikan yang sehat dan berikan obat-obatan yang sesuai untuk mengobati penyakit tersebut. Memasarkan Ikan Lele Setelah ikan lele siap panen, pastikan ikan lele dijual ke pasar yang memiliki permintaan tinggi. Sebaiknya pilih pasar yang dekat dengan lokasi usaha agar biaya transportasi bisa diminimalisir. Selain itu, pastikan harga jual ikan lele bersaing dengan pasar lain agar bisa menarik konsumen. Menjaga Keuntungan Usaha Agar usaha budidaya ikan lele menghasilkan keuntungan yang maksimal, pastikan biaya produksi terus dijaga agar tidak terlalu tinggi. Selain itu, pastikan kualitas ikan lele yang dihasilkan selalu baik agar harga jual bisa lebih tinggi. Jangan lupa untuk selalu mengikuti perkembangan pasar agar strategi pemasaran bisa disesuaikan dengan kondisi pasar yang ada. Kesimpulan Budidaya ikan lele bisa menjadi usaha yang menjanjikan jika dilakukan dengan cara yang benar. Pastikan lokasi usaha, kolam ikan, bibit ikan, pakan ikan, kualitas air, dan pemasaran dijaga dengan baik agar usaha bisa sukses. Selalu jaga keuntungan usaha dengan mengatur biaya produksi dan memperhatikan kondisi pasar.
Aturketingian air kolam didalam, pengairan pada ternak lele terpal harus diatur secara berkala, dengan ketinggian yang dimaksud antara 30cm - 50cm Pemberian pakan pada ternak lele terpal yaitu berupa pelet untuk induk lele, dengan kadar protein 30 - 34% sebanyak 3 - 4% dari bobot ikan. Frekuensi pemberian pakan setiap 3 kali sehari
– Analisa Usaha Pembenihan Ikan Lele – Pada saat panedemi ini banyak masyarakat yang berahli profesi, salah satunya yakni menjadi pembudidaya ikan lele. Ikan ini banyak di pilih masyarakat karena, pertumbuhan bobot ikan yang cepat, pemeliharaan yang muda, dan fisik ikan yang tahan terhadap serangan penyakit. Banyaknya permintaan terhadap benih ikan lele. Berdampak baik terhadap kebutuhan beninya. Pilihan usah menjadi pembenih lele merupakan peluang usaha yang menjanjikan sebab memiliki prosospek yang cerah. Selain kebutuhan pasarnya yang semakin meningkat dari waktu-kewaktu, pembenihan lele juga memiliki waktu pemeliharaan yang lebih singkat jika dibandingkan dengan usaha pembesaran ikan lele. Cara Memulai Usaha Budidaya Benih Ikan Lele Mempersiapkan Kolam Pemeliharaan Induk Menganalisa Modal dan Keuntungan Usaha Pembenihan Ikan Lele yaitu ketika hendak memulai usaha pembenihan ikan lele langkah pertama yang Anda harus siapakan ialah menyediakan kolam pemeliharaan. Adapun spesisfikasinya adalah sebagai berikut Kolam pemeliharaan induk idealnya seluas 3 Meter X 5 Meter Panjang X Lebar, dengan kedalaman 120-130 cm. Dengan kolam seluas ini Anda dapat menampung indukan sebanyak 15 – 45 ekor. Untuk desain kolamnya Anda dapat menggunakan kolam tembok atau kolam terpal. Tergantung kebutuhan Anda sendiri. Setelah kolam disiapkan, masukkan semua calon indukan ikan lele di dalam kolam pemeliharaan indukan. Di kolam inilah ikan akan melakukan proses pematangan sel telur dan sel sprerma. Selama dikolam pemeliharaan, berikan indukan ikan lele pakan sebanyak 1 kali dalam sehari, yakni pada malam hari sekitar pukul hingga Indukan yang sudah siap dipijahkan. Akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut ; Pada indukan betina perutnya akan membesar dan terasa lembek jika dipegang. Pada alam kelaminya juga terlihat bulat mengembang berwarna merah jambu. Sedangkan untuk indukan Jantan. Alat kelamin terlihat jelas panjang berwarna merah jambu. Tidak semua indukan yang berada di kolam pemeliharaan Akan siap memijah. Biasanya dari 15 ekor indukan, hanya 6 ekor yang siap di pijah, yakni 4 betina dan 2 jantan. Proses Pemijahan Ikan Lele Setelah diperoleh indukan yang siap memijah, tahap selanjutnya ialah proses pemijahan ikan lele. Berikut ini panduanya Terlebih dahulu siapkan kolam pemijahan. Kurang lebih berukuran 4 X 2 Meter dengan kedalam 1 meter dan ketinggian air 25 – 30 cm. Masukkan ikan lele ke kolam pemijahan. Tidak lupa Anda harus menyiapkan KAKABAN. Apa itu kakaban ??? kakaban merupakan media untuk tempat indukan ikan lele menempelkan telur-telurnya. Kakaban terbuat dari ijuk yang disusun rapi dan di tempelkan pada sebilah kayu atau bambu. Untuk kolam yang ber ukuran 4 Meter X 2 Meter. Kurang lebih memperlukan kakaban sebanyak 15 -16 buah, yang berukuran panjang 1,5 meter dan lebar sekitar 50 cm. Lazimnya proses pemijahan terjadi pada malam hari, sekitar pukul 1 Ekor betina dapat menghasilkan telur sebanyak benih dalam sekali pemijahan. Setelah proses pemijahan berhasil, pindahkan indukan ikan lele ke kolam pemeliharaan induk. Indukan akan dapat dipijahkan kembali setelah 20 hingga 30 hari beristirahat. Proses Penetasan Telur Ikan Lele Agar cepat menetas, Anda perlu menyiapkan kolam khusus untuk penetas. Untuk menghemat biaya Anda dapat membuat kolam dari terpal, dengan ukuran Panjang 4 Meter, Lebar 3 meter dengan kedalaman 50 cm. Untuk ketinggian airnya kurang lebih 10-20 cm. siapakan 9 kolam. Pindahkan kakaban yang sudah berisi telur dari kolam pemijahan ke dalam kolam penetasan. pada umumnya kakaban dipindahkan pada pukul Kesokan harinya sekitar pukul biasnya telur ikan lele sudah menetas. Benih ikan lele yang baru menetas berbentuk larva. ketika baru menetas larva ikan lele tidak perlu diberika pakan, sebab masih mempunyai cadangan makanan di tubuhnya. Setelah 4 hari setelah menetas baru Anda dapat memberikan pakan. Berikut ini panduan pemberian pakan pada larva ikan lele Pada usia 4 – 11 hari, berikan larva lele cacing rambut Ketika ikan lele sudah berukuran 2 hingga 3 cm berikan Tepung Ikan Ketika ikan lele sudah berukuran 3-4 cm berikan Pelet F99. Ketika benih lele berukuran 5-6 cm, berikan Pelet L1. Proses Penyortiran Agar pertumbuhan benih lele tumbuh dengan baik, Anda perlu melakukan penyortiran. Biasnya penyortiran dilakukan sebanyak 2 kali menggunakan baskom sortir dengan ukuran variasi sesuai ukuran benih tersebut. Pada penyortiran pertama dilakukan ketika larva lele berumur 20 hari. pada fase ini dilakukan untuk memisahkan larva yang berukuran 2-3 cm dan 3-4 cm, dengan larva 5-6 cm. Penyortiran kedua dilakukan setelah 7-10 hari penyortiran pertama. Adapun tujuan dilakukan penyortiran kedua ini ialah untuk memisahkan benih yang sudah berukuran 3-4 cm dan 5-6 cm. Tips Seputar Pemijahan Ikan Lele Untuk kolam pemijahan, usahakan di isi dengan air yang bersih dan terbebas dari kandungan bahan kimia apapun. Ketika sedang memindahkan kakaban usahakan lakukan dengan hati-hati supaya telur yang menempel di kakaban tidak terlepas dan terjatuh. Ketika memberikan pakan cacing rambut. Berikan cacing yang masih hidup. Ketika cuaca panas. Agar larva tidak stres, Anda dapat menambahkan air di dalam kolam kurang lebih 10-20 c. Akan tetapi, Jika musim hujan air dapat di kurangi hingga batas ideal yang ditentukan. Setelah hujna, benih sebaiknya tidak langsung diberikan pakan. Tunggu hingga 1-2 jam. setelah itu baru diberi pakan. Bagaimana cara mengatasi bibit lele banyak yang mati ? Pada umumnya benih bibit lele mati disebabkan oleh beberapa hal, seperti kualitas air yang tidak baik, indukan yang tidak berkualitas, indukan yang dikawinkan secara paksa kawin suntik, dan kolam yang tidak mendukung. Asumsi Pembenihan ikan lele Untuk memulai usaha pembenihan ikan lele minimal Anda memperlukan lahan seluas 150 meter persegi. Lokasi Kolam yang digunakan ialah 1 kolam indukan, 1 kolam pemijahan, dan sembilan kolam untuk penetasan. Untuk menjahit terpal kurang lebih memperlukan biaya sekitar per meter persegi. Untuk kolam yang berukuran 4 Meter X 2 Meter dibutuhkan terpal seluas 7 X 5 Meter. Biaya yang dikeluarkan untuk menjahit terpal 1 kolam berkisar Biaya peralatan kolam, yang terdiri dari kawat, kayu, paku, bambu, dan ongkos gali berkisar Rp. Dengan demikian, total biaya yang dikeluarkan untuk membuat 1 kolam terpal sebesar 1 masa produksi membutuhkan waktu 2-3 bulan hingga benih lele dapat dijual. Berdasarkan pengalaman dan berbagai sumber yang sudah tim Kumpulan 1 indukan betina dapat menghasilkan ekor benih. Indukan yang digunakan yakni 5 jantan dan 10 betina. Dai total indukan yang dimiliki, hanya 40% 6 indukan yang siap dipijahkan, yakni 2 jantan dan 4 betina. Dengan demikian, benih yang di dapat sebanyak berukuran 5-6 cm. Jika diasumsikan per ekor benih di jual dengan harga per ekor. Pakan yang diberikan selama masa pembenihan sebagai berikut. Pelet L1 Pelet apung sebanyak lima sak atau 150 kg. Pelet F99 sebanyak 4 sak 40 kg, Cacing rambut sebanyak 50 kaleng, Tepung 30 kg. Plastik untuk pengemasan berukuran 40 X 60 cm. Biaya Investasi Pembenihan Ikan Lele Komponen Banyaknya Barang Harga Satuan Rp Total Pengadakan Indukan 15 Indukan Pembuatan Kolam 11 unit Pengadaan Kakaban 15 unit Pengadaan alat-alat perikanan 1 unit Pengadaan pompa air dan instalasi 1 unit Jumlah Biaya Produksi Pembenihan Ikan Lele Komponen Harga Rp Masa Pakai bulan Perhitungan Total Penyusutan Indukan 24 2/24 X Penyusutan Kolam 24 2/24 X Rp. Penyusutan Kakaban 12 2/12 X Rp. Penyusutan alat-alatt perikanan 12 2/12 X Rp. Penyusutan air 24 2/12 X Rp. Jumlah Biaya Variabel Pembenihan Lele Komponen Banyak Barang Harga Satuan Rp Total Cacing rambut 50 Kaleng Tepung Udang 30 Kg Pelet F99 40 Kg Pelet Apung L1 150 Kg Obat-obatan 1 unit Listrik 2 bulan Tenaga kerja 1 0rang 2 bulan Jumlah Total Biaya Produksi Total biaya Tetap + Total Biaya Variabel + Analisis Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Lele Pendapatan Hasil Produksi X harga benih produksi X Keuntungan Pendapatan – Total biaya produksi – Rp. Jadi dapat disimpulan bahwadalam satu priode pembenihan Anda akan memperoleh keuntangan sebesar Demikianlah pembahasan kami mengenai Analisa Modal dan Keuntungan Usaha Pembenihan Ikan Lele. Semoga bermanfaat… Cara Memulai Usaha Budidaya Benih Ikan LeleMempersiapkan Kolam Pemeliharaan IndukProses Pemijahan Ikan LeleProses Penetasan Telur Ikan LeleProses PenyortiranTips Seputar Pemijahan Ikan LeleAnalisa Modal dan Keuntungan Usaha Pembenihan Ikan LeleAsumsi Pembenihan ikan leleBiaya Investasi Pembenihan Ikan LeleBiaya Produksi Pembenihan Ikan LeleBiaya Variabel Pembenihan LeleAnalisis Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Lele

yangingin membuka usaha pembesaran ikan lele. Keadaan inilah yang membuat prospek usaha budidaya ikan lele di Kabupaten Sleman semakin menjanjikan, baik usaha pembenihan maupun pembesarannya. Dengan demikian potensi perikanan yang paling potensial untuk dikembangkan di Sleman adalah ikan konsumsi seperti ikan lele, Gurameh, Nila.

Budidaya ikan lele bisa menjadi salah satu solusi bagi Anda yang sedang bingung untuk menentukan jenis usaha apa yang ingin dibangun dan dikelola. Bisnis ini merupakan salah satu aktivitas yang cukup menjanjikan karena mampu membawa keuntungan pada pemiliknya asalkan mau tekun dan bekerja keras, mengingat lele adalah salah satu jenis ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Rasanya yang gurih dan nikmat, harganya yang masih tergolong murah juga terjangkau, serta berbagai kandungan gizi yang terdapat pada lele, menjadikan ikan ini sebagai salah satu menu masakan favorit. Oleh karenanya, permintaan ikan lele dipasaran bisa terus meningkat setiap tahunnya. Sebelum memulai bisnis, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu teknik dan trik sukses memulai bisnis budidaya ikan lele yang akan membantu kita dalam pelaksanaan juga pengelolaan usaha nantinya. Berikut merupakan beberapa cara dan tahapan budidaya ikan lele dengan media terpal, yaitu 1. Pahami Syarat Hidup Ikan Lele Untuk mengawali bisnis budidaya ikan lele ini, kita bekali dulu pengetahuan mengenai ikan lele dan kehidupannya, seperti Lele mampu bertahan hidup di suhu 20 derajat celcius, dengan suhu optimal antara 25 sampai 28 C. Dan untuk larvanya antara 26 sampai 30 derajat celcius. Air yang digunakan untuk budidaya ikan lele ini tidak boleh tercemari limbah industri, terkandung kadar minyak, merkuri, dan berbagai bahan lain yang dapat mengganggu kehidupan bahkan menyebabkan kematian pada ikan lele. Ikan lele dapat bertahan hidup di perairan yang agak tenang dan kedalaman yang cukup Sebaiknya pilih perairan yang tidak rawan banjir juga mengandung zat yang berguna bagi ikan lele Jangan terlalu menutupi permukaan perairannya oleh tumbuhan atau daun-daunan hidup, apalagi oleh sampah 2. Pahami Segmen Budidaya Ikan Lele Pada usaha ikan lele ini, terdapat dua segmen yang harus diketahui, yaitu pembenihan dan pembesaran. Pada pembenihan, tentunya bertujuan untuk menghasilkan benih dari ikan lele dan segmen pembesaran, tujuannya untuk menghasilkan ikan lele yang siap untuk dikonsumsi. A. Budidaya Benih atau Bibit Ikan Lele Dilakukan dengan menyatukan induk betina dan pejantan hingga terjadinya pemijahan dan penetasan telur. B. Budidaya Ikan Lele Untuk Dikonsumsi Dimulai dengan pengisian kolam yang tidak terlalu dalam, seiring berjalannya waktu dan perkembangan ikan tersebut, kedalaman air bisa ditambahkan. Biasanya, pada usia lele yang sudah menginjak atau lebih dari satu bulan akan dilakukan pemisahan berdasarkan ukurannya, karena pertumbuhan satu ikan dengan yang lainnya berbeda. Hal ini bertujuan agar setiap ikan mendapat asupan makanan yang sama, karena jika tetap berada di kolam yang sama, ikan lele dengan ukuran lebih kecil, bisa kalah saing saat mencari makanan. Pada umumnya, budidaya ikan lele dapat dilakukan pada kolam galian biasa, namun untuk menghindari risiko seperti adanya banjir, kolam terpal bisa menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan tersebut. Gambaran posisi kolam terpal ini berada di atas tanah, dengan dinding kayu, dan tentunya dilapisi oleh terpal. 3. Membuat Kolam Ikan Lele Langkah berikutnya tentu adalah membuat kolam untuk budidaya. Berikut cara serta alat dan bahan yang harus dipersiapkan Gali tanah, minimal 50 cm Gunakan kayu atau bambu untuk membuat rangka kolam Memastikan rangka dengan posisi galian kolam Masukan terpal secara hati-hati pada kerukan atau galian kolam dan pastikan sudah terpasang dengan benar Masukkan air untuk air PAM harus diendapkan terlebih dahulu selama 1-3 hari, supaya kaporit menguap 4. Menyiapkan Pakan Ikan Lele Pakan ikan lele adalah pellet, yang diberikan sesuai dengan usia ikan lele. Ada pula pakan alami seperti bekicot, kerang, keong mas, rayap dan lainnya. Pemberian makan pada ikan lele yaitu sebanyak dua kali sehari. Makanan lele harus diperhatikan agar perkembangannya cepat dan maksimal. Selain itu, kita sebaiknya mengganti air sebanyak 10-30% setiap minggu, untuk menghindari kolam yang terlalu kotor dan bau yang juga dapat menimbulkan penyakit. Dengan perawatan yang tepat, panen ikan lele bisa dilakukan 3-4 bulan setelah proses budidaya dimulai. Jika Anda ingin menjalankan usaha budidaya lele, akan tetapi terkendala modal, Anda bisa mengajukan pinjaman berjangka. Dengan begitu, usaha budidaya ini bisa segera terealisasi. Untuk tips usaha lain, seputar budidaya maupun jenis bisnis lainnya bisa Anda dapatkan dari cukup dengan mendaftar di semua informasi perihal usaha dan bisnis bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah.
Untuksatu siklus Perencanaan Dari Sebuah Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi dengan jangka waktu antara 40-45 hari dapat menghasilkan benih ikan lele ekor dengan berbagai macam ukuran. Berdasarkan ukurannya, dalam satu siklus tersebut sebagian besar ditawarkan/dijual dengan ukuran 5-6 cm. 2.
Budidaya ikan lele dapat menjadi suatu bisnis perikanan yang potensial. Mengingat jumlah permintaan ikan lele di pasaran cukup tinggi, Anda tak perlu khawatir akan kesulitan menjual lele hasil panen. Terlebih budidaya lele cukup mudah dilakukan dan tidak memerlukan modal yang besar. Meski begitu, supaya budidaya berjalan lancar hingga masa panen, Anda harus mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan, serta bagaimana cara perawatannya. Untuk panen sendiri, ikan lele dapat dipanen menyesuaikan dengan tujuan budidaya serta permintaan konsumen. Bagi Anda yang ingin memulai usaha budidaya lele, simak panduan memulainya berikut ini. 1. Mempersiapkan Modal Hal pertama yang harus Anda persiapkan adalah modal. Modal awal budidaya lele tidak harus besar. Dengan modal Rp 2-5 juta saja Anda sudah bisa mulai melakukan usaha ini. Yang pasti sebelumnya Anda sudah melakukan perencanaan dan perhitungan anggaran secara tepat, di antaranya Menyewa atau membeli lahan. Membuat kolam Membeli benih atau bibit lele. Membeli pakan Biaya operasional listrik, air, gaji karyawan, dsb. Meski begitu ada beberapa poin yang bisa Anda tekan atau hapus untuk mengurangi pengeluaran di atas anggaran. Seperti lahan, jika Anda memiliki lahan kosong di belakang rumah, atau lahan bekas perkebunan/perikanan sebelumnya maka Anda bisa gunakan lahan tersebut tanpa harus membeli atau menyewa lagi. Begitupun dengan pengeluaran untuk pembuatan kolam. Pertimbangkan untuk membuat kolam terpal yang biaya pembuatannya jauh lebih hemat daripada kolam semen. Jika Anda ingin melakukan budidaya lele dalam jangka panjang dengan budget yang cukup besar, Anda dapat mempertimbangkan menggunakan platform fintech lending seperti Investree untuk meminjam modal mengembangkan usaha. Apalagi Investree sudah bekerja sama dengan startup penyedia alat pintar dengan IoT internet of things untuk memberi pakan yaitu eFishery. Jika Anda sudah tergabung dalam ekosistem eFishery, Anda bisa langsung mendapatkan suntikan pembiayaan dari Investree yang dapat membantu bisnis budidaya Anda berkembang. 2. Membuat Kolam Kolam apa saja dapat digunakan untuk budidaya lele. Umumnya adalah kolam semen dan kolam terpal. Untuk pengeluaran yang lebih hemat, Anda bisa gunakan jenis kolam terpal. Untuk membuat kolam terpal, Anda hanya membutuhkan terpal dengan ukuran cukup besar dan tebal, serta rangka terbuat dari bambu, kayu, atau papan yang kuat. Bentuk terpal menjadi kolam dalam bentuk bundar. Setelah itu isi kolam dengan air hingga mencapai kedalaman 30-40 cm, dan tambahkan pupuk kandang yang dibungkus kampil ke dalam kolam, biarkan sehari saja. Terakhir, air diberi probiotik, lalu biarkan selama seminggu sebelum digunakan. 3. Memilih Bibit Unggul Berikutnya lakukan pemilihan bibit indukan lele yang sehat dan berkualitas. Untuk pejantan, pilih yang memiliki kepala cenderung pipih, warna lebih hitam, bentuk perutnya ramping, serta lincah. Sedangkan untuk induk betina, pilih yang memiliki kepala cembung, ukuran perut lebih besar dari punggung, dan gerakannya lebih lambat. 4. Memindah Benih Indukan lele yang dipilih akan melakukan perkawinan dan menghasilkan anakan. Anakan inilah yang akan Anda rawat sampai usia panen. Benih-benih ikan lele kemudian dipindahkan ke kolam khusus untuk dibesarkan. Setelah ukurannya sudah lebih besar, benih lele kemudian dipindah ke kolam utama. Cara memidahkannya adalah menggunakan ember yang sudah diisi air kolam. Biarkan beradaptasi sambil airnya dikurangi sebanyak 10-20 cm. Setelah 24 jam, pindahkan benih ke kolam utama. 5. Memberi Pakan Terakhir adalah pemberian pakan. Pakan diberikan rutin sebanyak 3 kali dalam sehari, yaitu pagi pukul 7, sore pukul 5, dan malam pukul 10. Berikan porsi secukupnya saja. Hindari memberi makan terlalu berlebihan karena dapat menimbulkan penyakit. Demikian cara budidaya ikan lele yang bisa Anda contoh untuk memulai usaha. Masa panen berlangsung saat lele berusia 3-4 bulan, dengan ukuran 7-12 cm. Semoga bermanfaat. Referensi Irene Radius Saretta. 16 Desember 2019. Seluk Beluk Budidaya Ikan Lele, Mulai Dari Modal Hingga Untung yang Bisa Didapatkan!. Share this Post

Postedon 14 Maret 2022 · by Kontrak Hukum. Budidaya ikan lele merupakan salah satu bisnis ternak ikan yang banyak dilirik oleh pelaku usaha. Tidak dapat dipungkiri, ikan lele memang menjadi jenis ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Karena banyak dikonsumsi, permintaan pasar untuk ikan lele juga ikut meningkat.

PROPOSAL USAHA PEMBENIHAN IKAN LELE DUMBO BAB I PENDAHULUAN 1. Informasi tentang bisnis Kegiatan budidaya ikan saat ini merupakan salah satu usaha ekonomi produktif bagi masyarakat. Segmen usaha budidaya ikan berdasarkan proses produksinya, dibagi menjadi 3 tiga kelompok, yaitu usaha pembenihan, pendederan, dan pembesaran ikan. Usaha pembenihan merupakan suatu tahapan kegiatan perikanan yang output-nya adalah benih ikan. Usaha pembesaran merupakan kegiatan perikanan yang output-nya adalah ikan berukuran konsumsi. Usaha pendederan merupakan kegiatan perikanan yang output-nya adalah benih ikan, tetapi ukurannya lebih besar dari output pembenihan. Komoditas usaha yang dipilih dalam kegiatan budidaya ikan sangat bergantung pada permintaan pasar, teknis operasional, serta implementasinya. Permintaan ikan konsumsi khususnya ikan lele yang makin meningkat membuat peluang usaha sangat terbuka bagi para pelaku usaha pembesaran ikan lele. Dengan tingkat konsumsi yang tinggi, antara lain terlihat melalui warung-warung makanan dengan menu ikan lele, berdampak secara langsung kepada upaya pemenuhan kebutuhan akan benih ikan lele oleh para pengusaha pembesaran ikan lele. Kondisi ini membuat para petani pembenihan ikan lele tidak membutuhkan usaha khusus untuk memasarkan produknya karena lebih banyak pembeli yang datang langsung ke lokasi pembenihan dibandingkan dengan upaya petani pembenihan ikan yang menawarkan ke masyarakat konsumen. Satu siklus usaha pembenihan dengan jangka waktu antara 40- 45 hari dapat menghasilkan benih ikan lele hingga – ekor dengan berbagai macam ukuran. Berdasarkan ukurannya, dalam satu siklus tersebut, sebagian besar ditawarkan/dijual dengan ukuran 5-6 cm. 2. Latar Belakang Budi daya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang cukup diperhitungkan saat ini. Apabila kita perhatikan banyak terdapat penjual pecel lele yang memerlukan pasokan ikan lele setiap harinya, hal inilah yang membuat permintaan ikan tersebut menjadi semakin tinggi di pasaran. Ternak ikan lele relatif lebih mudah apabila dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas atau mujair karena lebih tahan terhadap penyakit maupun kondisi lingkungan. Berikut ini adalah gambaran secara umum tentang cara S. Tehnik budi daya ini sangat cocok bagi masyarakat yang memiliki lahan sempit atau terbatas. Pasalnya, ruangan bekas garasi mobil atau ruangan bekas garasi mobil atau ruangan yang tidak dipakai dapat kita sulap menjadi ruang budi daya lele dumbo. Banyak juga orang percaya budi daya lele jumbo dikolam terpal biasa diandalkan sebagai peluang bisnis, meskipun kondisi perekonomian saat ini sedang krisis. Pasalnya dengan menggunakan kolam terpal, biaya operasional menjadi lebih murah dan keuntungan yang diperoleh bias lebih maksimal. Cara budi dayanya pun terbilang mudah bahkan bagi mereka yang memiliki modal usaha terbatas juga bias melakukan usaha ini. 3. Visi dan Misi  Memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumen.  Mengurangi jumlah pengangguran yang ada. Misi Perusahaan  Mampu untuk sukses dengan sendiri  Mengurangi jumlah pengangguran yang ada  Melakukan kerjasama yang baik dengan rekan bisnis dalam berbagai pihak. BAB II KEGIATAN USAHA Kegiatan Usaha 1. Konsep Pomosi Ide Usaha Faktor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha adalah sebagai berikut. 1 Faktor internal Faktor internal menjadi alat untuk menciptakan sebuah inspirasi atas objek yang dihadapinya dengan kemampuan kreativitasnya. Faktor internal ialah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek faktor internal antara lain a pengetahuan yang dimiliki, b pengalaman dari individu itu sendiri, c pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah, d intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri. Faktor eksternal ialah hal – hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis. faktor eksternal antara lain a masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan, b kesulitan yang dihadapi sehari–hari, c kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain, d pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru. Untuk merintis suatu usaha pembenihan ikan dengan baik, tentunya harus melihat prospek usaha jangka pendek, enengah, dan panjang. Selanjutnya untuk memulai usaha pembenihan ikan, harus diketahui bagaimana prospek usaha ini. Setelah mengetahui prospek usaha, barulah membuat rencana usaha, mempersiapkan sarana dan prasarana, serta modal usaha. 2. Target Pelanggan Target pelanggan dari bisnis ini adalah ibu rumah tangga, pemilik warung warung Pecel Lele, Pemilik Rumah Makan, serta penjual penjual di pasar ikan. Pada dasarnya pemasaran untuk hasil panen budidaya ikan lele khususnya sangatlah luas. Berikut ini adalah pasar yang kami bidik untuk pemasaran hasil panen Ikan PERIKANAN Pasar ikan merupakan tempat pemasaran yang kami anggap paling menjanjikan, karenenya disinilah tempat berkumpulnya para pembudidaya ataupun para pengepul ikan,sehingga dari pasar ikan ini bisa kami harapkan bisa mendapatkan harga ataupun penawaran tertinggi untuk hasil panen kami. ikan Alternatif ke dua ini kami lakukan jikalau di pasar ikan hasil panen kami tidak maksimal,keuntungan yang kami perolah dari penjualan ke pengepul ikan langsung ini ialah dari segi tenaga pasalnya kegiatan pemanenan sampai penimbangan menjadi tanggung jawab si pengepulnya,dengan kata lain si pengepulnya yang datang kerumah kita. pedagang Pilihan terakhir ini kami lakukan jikalau hasil panen lele berlebihan,misalnya saja pedagang masakan padang ataupun pecel lagsung dari kami pembudidaya kebanyakan dari mereka mau membeli dalam jumlah yang lumayan banyak, karenenya harga yang kami berikan tentunya lebih murah dari pada mereka membeli dari pengepul ikan. 3. Prespektif masa depan usaha Dikarenakan masih tingginya permintaan pasar terhadap ikan lele sehingga kebutuhan akan bibit juga semakin meningkat seiring dengan permintaan ikan lele konsumsi. Di samping itu dapat dikembangkan dengan melakukan pembesaran ikan lele sendiri di mana produksi bibit dari hasil pembenihan atau pembibitan system plasma kepada para pemuda di sekitar lingkungan apabila kebutuhan pangsa pasar telah stabil dan pasokan benih lebih sedikt dari permintaan. 4. Segmentasi Pasar yang akan dimasuki Segmentasi pasar sangat berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi industri maka dari itu harus di pertimbangkan dan di pikirkan dengan cermat dan waspada karena pasar merupakan salah satu tujuan dari pendistribusian usaha kami, dengan sedikit saja kelalaian dan kecerobohan dapat mengurangi penghasilan perusahaan,dan mengakibatkan banyak dampak negative bagi perkembangan perusahaan dari itu kami memilih lokasi yang kami gunakan untuk pemasaran produk kami adalah di mulai dari daerah utama yang kami perhatikan dan lebih kami utamakan yaitu permintaan terhadap ikan lele dumbo kami,kondisi persaingan dalam pemasaran,reaksi para pesaing dan biaya promosi atau hal tersebut di atas,dalam menentukan biaya dan laba yang diharapkan,perusahaan kami mengutamakan kondisi dan orientasi pasar yang setiap waktu bisa berubah sesuai dengan keadaan. Pemasaran adalah usaha untuk mencari, menemukan dan mempertahankan pemasaran yang utama adalah mencari kepuasan konsumen. Dalam sebuah peternakan, bagian produksi dan pemasaran harus seimbang, karena apabila pemasaran tidak berjalan dengan baik akan terjadi penumpukan hasil produksi. Hal ini dapat menyebabkan kerugian, BAB III RENCANA PEMASARAN 1. Penetapan Harga Asumsi usaha pembenihan Lele dumbo untuk satu periode per lokasi petani. Direcanakan 10 unit untuk usaha pembenihan. Dibawah ini akan diuraikan usaha pembenihan untuk satu unit pembenihan, sehingga untuk anggaran untuk 10 lokasi, dikalikan 10. Induk yang dipijahkan sebanyak dua pasang induk 1,5 kg/ekor atau seberat 6 kg. Harga Rp Induk lele digunakan sebanyak 10 kali pemijahan Tempat pemijahan dan pemeliharaan larva/ benih milik sendiri, ukuran bakpemijahan 2 x 3 x 0,8 m, sedangkan ukuran bak pemeliharaan 3 x 4 x 0,8 m sebanyak 3 buah Lama pemeliharaan 2 bulan Harga 1 botol ovavrim 10 ml Rp. Pakan cacing sutera, pakan hipofit, dan pakan FF999 Hasil panen sebanyak ukuran 5-6 cm/ekor Harga jual benih Rp. 80,- 2. Pelaksanaan Distribusi Pelaksanaan distribusi dilakuan dari bibit benih hingga lele dewasa ke berbagai tempat yang membutuhkan 3. Strategi promosi yang dilakukan Ada beberapa strategi pemasaran yang harus Anda terapkan sebagai pelaku budidaya lele. Anda tidak bisa pasrah menjual hasil lele hanya dari hasil panen saja yang dijual ke kilangan ikan. Anda harus berusaha semaksimal mungkin untuk menghasilkan omset yang melejit melalui usaha ternak ikan lele. Adapun strategi pemasaran yang bisa Anda raih atau tempat menjual ikan lele ini adalah sebagai berikut 1. Iklan di Internet Anda bisa menjual hasil panen ikan lele melalui iklan di internet sehingga banyak khalayak umum yang mengetahui bahwa Anda memiliki usaha ternak lele yang hasilnya cukup besar. Sebagai pemula, Anda harus menjadi pengusaha yang aktif dalam hal menjual hasil panen lele. Keuntungan yang akan Anda dapatkan tentunya juga cukup besar jika dijual melalui internet. Anda bisa mengusahakan bisnis lele dari nol hingga meraup keuntungan yang sangat besar. 2. Bekerjasama dengan Rumah Makan Sebisa mungkin Anda datangi ke rumah-rumah makan, restoran, warung pecel lele, dan lain sebagainya untuk diajak bekerjasama mengambil ikan lele ke tempat Anda. Berikan mereka brosur sehingga hasilnya bisa lebih berkualitas jika diusahakan untuk dijual secara kontinyu. Anda bisa menjual dengan harga yang cukup miring dibandingkan dengan pelaku bisnis lele lainnya sehingga Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan dari hasil panen lele. 3. Bekerjasama dengan Penjual Ikan di Pasar Anda bisa bekerjasama dengan ibu-ibu penjual ikan di pasar. Selain menyerahkannya pada kilangan. Anda juga bisa menjualnya secara pribadi sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Anda juga bisa menjual ikan di pasar dengan harga yang cukup miring sehingga keuntungannya bisa dinikmati sesegera mungkin. Anda bisa terkenal sebagai pelaku bisnis lele jika sudah banyak berkenalan dengan para penjual ikan. 4. Bekerjasama dengan Supermarket. Anda bisa bekerjasama dengan para pemilik supermarket untuk mendapatkan pelanggan yang menerima hasil dari panen ikan lele Anda. Anda juga bisa menjual hasil panen ikan lele dengan harga yang cukup miring di berbagai supermarket. Anda akan menjadi pemasok ikan lele yang berpenghasilan besar jika sudah banyak bekerjasama dengan para pemilik supermarket. Anda juga bisa menghasilkan panen ikan lele yang hasilnya besar jika mau menjualnya dengan para pemilik mini market atau super market. 5. Dijual dalam Bentuk Olahan Olahan Kerupuk Ikan Lele Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan dari bisnis lele apabila menjual aneka olahan lele. Lele akan bernilai jual lebih jika dijual dalam bentuk olahan. Olahan lele seperti bakso, abon, burger, dan lain sebagainya. Olahan lele juga biasanya lebih awet jika dijual. penjualan dari hasil olahan ikan lele juga lebih berkualitas dan harganya lebih mahal. Anda akan mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dari penjualan makanan olahan lele. BAB IV PERENCANAAN MODAL Rencana biaya usaha Rencana biaya usaha yang akan saya lakukan Biaya Investasi 1 Tempat usaha Jumlah No. Uraian Vol. Satuan Harga/set Rp 1. Tanah 105 m2 2. Bangunan 80 m2 Jumlah 2 Peralatan Jumlah No. Uraian Vol. Satuan Harga/set Rp 1. Jarring 10 m2 2. Ember sortir 6 Buah 3. Terpal 7 x 4 4 Buah 4. Serok 4 Buah 5. Ember 4 Buah 6. Water pump 4 Buah Jumlah 3 Pembelian indukan Indukan 100 ekor Rp /kg Rp Jumlah biaya investasi Rp Biaya operasi Air Rp Upah pekerja 2 orang Rp Garam Rp Pakan induk 30 kg Rp Pakan bibit 10 kg Rp Pakan cacing sutra Rp Listrik Rp Total biaya operasional Keuntungan Penjualan total – Biaya operasional = Rp – Rp = Rp B. Rancangan pengembangan & investasi Keuntungan yang saya peroleh Uraian Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Hasil penjualan Biaya operasional Keuntungan Kenaikan penjualan dihitung dari asumsi pertumbuhan pasar 20% / tahun Pemakaian / penggunaan keuntungan Pengembalian modal 30% Pengembangan usaha 30% Tabungan 40%
bXuK.
  • 8fbujmzf6i.pages.dev/126
  • 8fbujmzf6i.pages.dev/267
  • 8fbujmzf6i.pages.dev/101
  • 8fbujmzf6i.pages.dev/4
  • 8fbujmzf6i.pages.dev/401
  • 8fbujmzf6i.pages.dev/2
  • 8fbujmzf6i.pages.dev/11
  • 8fbujmzf6i.pages.dev/492
  • membuat usaha pembenihan ikan lele